YURISTGAMEINIGAMEID101

Sistem Bilangan Biner, Desimal, Oktal, Heksadesimal, Duodesimal


Untuk orang-orang yang sudah lama berkecimpung didunia teknik digital mungkin sudah tak asing dengan yang namanya sistem bilangan seperti desimal,binner dan lainnya, nahh jadi apa itu desimal,binner dan lainnya? Mari kita bahas disini...

Sebelum memahami lebih lanjut tentang sistem bilangannya, ada baiknya kita memahami dulu apa pengertian radik atau basis dari suatu sistem bilangan.

Ada bermacam-macam sistem bilangan. masing masing sistem bilangan tersebut dibatasi oleh apa yang dinamakan Basis atau Radik(Radix) : yatu banyaknya angka atau "Digit" yang digunakan. Misalnya Sistem Bilangan Desimal, Mempunyai 10 digit yaitub : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,dan 9.
sehingga bilangan desimal adalah bilangan yang mempunyai radik : r = 10


Bagaimana nama-nama bilangan tersebut terbuat?

Nama dari masing-masing sistem bilangan itupun berasal dari basis atau radiknya. misalnya, dinamakan bilangan desimal karena desimal berarti sepuluh atau kelipatan sepulu. oelh karna itu dinamakan juga bilangan puluhan. contoh lain misalnya sistem bilangan oktal, dinamakan begitu karna radiknya adalah delapan (Oktal : Delapan).bilangan Biner karna radiknya adalah dua (Bi: mengandung arti 2).

Karna orang sudah biasa berhitung memakai bilangan desimal. maka tidak banyak mempersoalkan tentang radiknya. namun untuk mempelajari sistem bilangan yang lainnya, perhitungan tentang radik sangat penting untuk dipahami karena itu adalah dasar untuk memnentukan nilai atau bobot bilangan tersebut.

Bilangan Desimal 
Mempunyai 10 digit yaitu : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9. sehingga radiknya adalah : r = 10
Bilangan ini yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari hari dan bisa dibilang yang paling mudah diipahami karna sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari hari.

Bilangan Oktal 
Bilangan ini hanya menggunakan delapan digit saja , yaitu : 0,1,2,3,4,5,6,7. sehinnga radiknya adalah : r = 8. denagn demikian suatu bilangan oktal tidak pernah mempunyai angka 8, dan 9.

Bilangan Duodesimal
berbeda dengan bilangan desimal yang memiliki radik 10, bilangan duodesimal ini memiliki 12 radik diantaranya : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,t, dan e. HUruf t dan e menggantikan bilangan 10 dan 11, sehingga
t = (10)10
e = (11)10

Bilangan Heksadesimal
Bilangan ini mempunyai radik : r = 16
ke-16 digit digitnya yaitu : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,a,b,c,d,e,dan f.
Huruf- huruf a samapi f menggantikan bilangan desimal 10 sampai 15 :
a = (10)10        
b = (11)10
c = (12)10
d = (13)10
e = (14)10
f = (15)10

Bilangan Biner
Bilangan Biner hanya mempunyai dua digit saja, yaitu digit '0' dan digit "1". sehingga bilangan biner merupakan sistem bilangan yang mempunyai radik paling kecil : r = 2. Dengan menyusun digit digit 0 dan 1 sesuai kaidah yang berlaku, orang dapat berhitung seperti bilangan desimal biasa.


 Bilangan bilangan ini juga bisa dihitung seperti halnya bilangan desimal biasa, untuk cara menghitungnya akan saya post di artikel selanjutnya. Sekian dari saya semoga bermanfaat bagi kita semua.



Related Post